Kick Andy – Telah lahir pahlawan baru

Konon katanya bangsa kita-bangsa pemalas dan bodoh. Mungkin ada benarnya juga, namun anggapan tadi sedikit namun pasti akan luntur dengan sendirinya. Bagaiman tidak, telah banyak anak-anak bangsa kita yang sudah mendunia melalui prestasinya.

Keterbatasan ekonomi dan minimnya fasilitas pendidikan tidak mampu mengganjal seseorang untuk berprestasi, buktinya telah lahir pahlawan-pahlawan baru yang mampu berprestasi di tingkat global.

Sebut saja Nanang Susyanto finalis olimpiade matematika di Yunani pada 2004 dan peraih perunggu di olimpiade matematika Bulgaria tahun 2005. Nanang lahir dari sebuah keluarga buruh tani di kawasan Temanggung, Jawa Tengah, bahkan Nanang nyaris tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMP.

Adrienne T Sulistyo dan Vici R Tedja, (peraih medali perak) – Olimpiade Proyek Lingkungan di Azerbaijan pada 1-6 April 2008.

Terrenz Kelly Tjong dan Lynn Kaat Kurniawan sebagai pasangan ilmuwan muda di ajang The 15th International Conference of Young Scientists, di Chernivtsi, Ukraina, 18-23 April 2008.

Kevin Winata, Thomas A Nugraha Budi dan Tyas Kokasih (emas, perak dan perunggu) – Olimpiade Fisika Internasional di Mongolia pada 20-28 April 2008.

Zefrizal Nanda Mardani (emas) – Olimpiade Astronomi Internasional di Ukraina pada Oktober 2007.

Farid Firmansyah dan Masruri Rahmat, menjadi juara 1 kelompok usia 15 tahun dan juara 3 kelompok usia 11 tahun di Kejuaraan Dunia Catur Pelajar ke-3 di Yunani pada 28 April-5 Mei 2007.

Dengan kecerdasan yang mereka miliki, mereka telah menyampaikan pesan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa pemalas, bukan pula bangsa yang bodoh.

Dalam kegelapan selalu ada secercah cahaya yang menuntun kita menuju keberhasilan, tinggal sejauhmana keterampilan kita mencari celah cahaya itu.

Siapa lagi selanjutnya…!

7 thoughts on “Kick Andy – Telah lahir pahlawan baru

  1. memang pemalas dan bodoh……..itulah bangsa kita adapun ada beberapa yg pintar dan menjuarai olimpiade sain…itu cuman hasil asli dari didikan orang tua bakat kecerdasan , setelah lepas dan berbaur di negri ini berubah jd dungu di sebabkan karna lingkungan yang tidak mendukung ,…perhatian penyelenggara negara yang tolol…akhirnya yang cerdaspun bisa tidak berguna apa2x,,tragis di sebuah negri para begundal

  2. Kita memang harus bangga dengan prestasi mereka…
    tapi itu hanya individu2 yang berprestasi dgn mmbawa nama INDONESIA bukan bangsa Indonesia secara keseluruhan…
    masalahnya skrg bagaimana kita bisa membawa bangsa Indonesia yang sebenarnya tidak bodoh menjadi berprestasi seperti mereka, minimal bisa mandiri dengan kemampuan yang seadanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>